Tayangan halaman minggu lalu

Senin, 27 Mei 2013

-CiNtA-

Aku mengenalmu, jauh dalam imajinasi leluhurku
Ketika mereka saling mengenal,
Menyapa satu dengan yang lain dalam balutanmu,
Hingga saat aku ada dalam denyut rahim ibuku, engkaupun ada...


Sebenarnya, aku tak mengerti arti kehadiranmu...
Aku hanya bisa merasakan, namun lidahku kelu tuk ungkapkan.
Kau wujud hitam atau putihpun aku tak tahu...
Terkadang kedamaian, terkadang keresahan yang aku rasa saat mengenalmu.

Suatu ketika, saat aku mencari arti kehadiranmu dalam duniaku,
Terlukalah aku karenamu...
Terpuruklah aku pun karenamu...
Kejamlah engkau yang aku kenal.

Dan ketika aku mencari makna hikmahmu...
Betapa indah dunia aku rasakan...
Damai senantiasa bersenandung selalu...
Hingga akhirnya, bahagia memeluk erat yang aku dapatkan.

Cinta...
Engkau kukagumi sepanjang masa...
Dalam misteriNya kau bercerita...
Hadirkan suka dan juga derita...
Hingga saat duniaku menutup mata, engkaulah bekalku di alam baka
Sungguh mulia dan selalu bercahaya sepanjang masa...
Tanpa cela...
Tanpa noda dosa...
Disitulah artimu kuberadabkan...



                                                                                             AyEx Merebean'2013

Minggu, 05 Mei 2013

-Kisah Cinta dalam Mitologi Yunani-


Hefaistos-Afrodit-Ares [sunting]

Afrodit adalah dewi yang sangat mempesona dan diidamkan oleh semua dewa. Untuk mencegah peperangan antardewa, Zeus menikahkan Afrodit dengan Hefaistos, dewa pandai besi. Mereka tidak memiliki anak dan Afrodit bukan merupakan istri yang setia, dia banyak berselingkuh, dan yang paling terkenal adalah perselingkuhannya dengan Ares dewa perang.

Ketika Hefaistos tak ada di rumah, Ares sering mendatangi Afrodit dan bercinta dengan sang dewi cinta di kasur Afrodit. Dari hubungan itu lahirlah Eros (Cupid), Anteros, Fobos, Deimos, dan Harmonia.

Afrodit dan Ares terjebak dalam jaring Hefaistos.

Perselingkugan itu awalnya aman-aman saja sampai suatu ketika Helios dewa matahari sedang mengendarai kereta mataharinya dan tiba-tiba melihat di bawahnya Ares sedang asyik mencumbui Afrodit. Helios segera memberitahu Hefaistos mengenai perselingkuhan itu. Sebenarnya Ares sudah menyuruh Alektrion untuk berjaga di depan pintu untuk memperingatkan Ares jika Helios lewat. Tetapi Alektryon tertidur dalam tugasnya sehingga Helios bisa memergoki Ares dan Afrodit.

Mengetahui perbuatan istrinya dan Ares, Hefaistos marah dan berencana membalas mereka. Dia lalu membuat sebuah jaring yang kuat dan tak terlihat, kemudian memasangnya di atas ranjangnya. Setelah memasangnya, Hefaistos memberitahu istrinya bahwa dia mau pergi ke bengkelnya di Pulau Lemnos. Afrodit melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk kembali bercinta dengan Ares

Setelah Hefaistos meninggalkan rumahnya, Ares langsung mengendap-endap ke dalam rumah Hefaistos. Ares lalu langsung memeluk Afrodit dan membawanya ke ranjang untuk langsung dinikmati tanpa menyadari bahwa ranjang itu telah diberi perangkap. Di tengah kenikmatan mereka, tiba-tiba sebuah jaring jatuh dan mengurung mereka. Saking kuatnya jaring itu, Afrodit dan Ares tak mampu melepaskan diri.

Hefaistos lalu kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan dewa sementara para dewi tak mau datang karena tidak mau melihat hal memalukan itu. Afrodit dan Ares merasa sangat malu berada dalam keadaan seperti itu sambil dilihat oleh para dewa. Atas perselingkuhan ini, Hefaistos menuntut para dewa untuk mengganti hadiah perkawinan yang dulu dia berikan pada Zeus dan Hera.

Dua dewa muda, Apollo dan Hermes, tertawa melihat kejadian ini. Hermes bahkan berkata bahwa dia tidak akan keberatan berada dalam posisi Ares asalkan bisa bersama Afrodit. Poseidon lalu meminta Hefaistos melapaskan mereka dan berjanji bahwa dia akan membayar ganti rugi pada Hefaistos. Setelah mendapat jaminan dari Poseidon, Hefaistos pun melepaskan Afrodit dan Ares. Setelah bebas, Ares langsung kabur ke Trakia sedangkan Afrodit pergi ke Siprus,

Sementara Alektrion yang lalai dalam tugasnya, oleh Ares dihukum menjadi ayam jantan yang tak pernah lupa memberitahu datangnya matahari.

Afrodit sendiri berniat menghukum Helios yang telah membeberkan perselingkuhannya. Helios mencintai seroang nimfa bernama Klitia. Afrodit membuat Helios mencintai gadis lain yang bernama Leukothea.

Klitia jadi cemburu pada Leukothea sehingga dia menyebarkan gosip bahwa Leukothea disetubuhi oleh manusia biasa. Orkhamos, ayah Leukothea, teperdaya gosip ini dan mengubur Leukothea hidup-hidup.

Akibat perbuatannya, Klitia pun ditinggalkan oleh Helios. Klitia, yang sangat mencintai Helios, hanya bisa berbaring di tanah dan memandangi kereta Helios mengarungi langit siang. Selama sembilan hari Klitia memandangi Helios sebelum akhirnya mati. Tubuh Klitia kemudian diubah menjadi tanaman Heliotrope, yang bunganya selalu menghadap arah matahari.

Hermes dan Afrodit.
Poseidon-Afrodit-Hermes [sunting]

Sebenarnya Poseidon memberi ganti rugi pada Hefaistos dengan didasari motif khusus. Ketika Poseidon melihat tubuh telanjang Afrodit yang terperangkap jaring, Poseidon langsung bernafsu pada sang dewi. Dengan membantu membebaskan Afrodit, maka Afrodit menjadi berhutang pada Poseidon, dan Afrodit tahu bayaran apa yang paling diinginkan oleh sang dewa laut. Afrodit pun mendatangi Poseidon dan bersetubuh dengannya. Dari hubungan itu terlahir Erix, seorang Argonaut.

Selain Poseidon, Hermes juga ingin menikmati tubuh indah Afrodit. Hermes lalu meminta bantuan pada ayahnya, Zeus. Zeus mengirimkanelangnya untuk mencuri sandal Afrodit. Ketika Afrodit mencari sandalnya yang hilang, Hermes datang dan memberitahunya bahwa dia akan mengembalikan sandal Afrodit asalkan Afrodit mau tidur dengannya. Demi sandalnya, Afrodit pun merelakan tubuhnya dinikmati oleh Hermes. Dari hubungan Hermes dan Afrodit, terlahirlah Hermafroditos
Afrodit-Adonis-Persefone [sunting]

Adonis mati oleh babi hutan.

Menurut rujukan tertua mengenai Adonis dalam Katalog Para Wanita karya Hesiodos, serta dalam Bibliotheke karya Apollodoros, Adonis adalah putra Foiniks dan Alfesiboia. Namun Katalog Para Wanita tidak mengisahkan kehidupan maupun kematiannya.

Apollodoros juga menyebutkan kemungkunan orang tua lainnya untuk Adonis. Adonis bisa jadi adalah putra Kiniras, putra Megassares, dengan Metharme, putri Pigmalion. Adonis juga memiliki seorang saudara, bernama Oksiporos, serta tiga saudari - Orsedike, Laogore dan Braisia. Saudari-saudarinya menikah dengan orang asing dan tinggal di Mesir, sebagai hukuman dari Afrodit.

Akan tetapi Apollodoros berpendapat bahwa Theias, raja Assyria, adalah ayah Adonis, sedangkan ibunya adalah Smirna, anak perempuan Theias sendiri. Penyair Romawi, Ovidius, menyebut ayahnya Kiniras, dan ibunya Mirra, yang merupakan putri Kiniras. Nama Smirna dan Miraa nampaknya sama, dan bermakna "pohon myrrh". Siapapun orang tua Adonis, kisah dari Apollodoros dan Ovidius intinya sama; anak perempuan Kiniras bersetubuh dengan ayahnya sendiri, dan para dewa menyelamatkannya Mirra/Smirna dari ancaman pembunuhan oleh ayahnya dengan cara mengubahnya menjadi pohon myrrh.

Sepuluh bulan kemudian, pohon myrrha itu terbuka dan mengeluarkan seorang bayi. Dewi Afrodit, yang kemungkinan paling berperan dalam hubungan intim Mirra dengan ayahnya, menyukai sang bayi, yang ia namai Adonis. Dia diam-diam menyembunyikan bayi itu di sebuah peti dan memberikannya kepada Persefone untuk dirawat.

Akan tetapi, Persefone juga menyukai bayi itu begitu ia membuka petinya. Akibatnya ia tak mau mengembalikan sang bayi kepada Afrodit. Zeus, ayah Afrodit dan Persefone, akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan perseturuan di antara kedua dewi itu. Zeus memutuskan bahwa selama sepertiga hidupnya Adonis akan bersama Afrodit, sepertiga lainnya bersama Persefone, dan sepertiga tahun berikutnya terserah pada Adonis sendiri. Adonis tentu saja lebih memilih bersama Afrodit.

Menurut penulis Romwi, Hyginus, Zeus meminta Musai Kalliope menyelesaikan perseteruan antara Afrodit dan Persefone. Kalliope menyatakan bahwa Adonis harus menghabiskan setengah tahun bersama masing-masing dewi. Afrodit amat marah dengan keputusan itu sehingga ia memicu masalah di kalangan mainad, yang akhirnya membunuh penyayi asal Thrakia, Orfeus, putra Kalliope.

Adonis tumbuh menjadi seorang pemuda yang amat tampan. Ia menghabiskan banyak waktu untuk berburu di hutan bersama Afrodit. Apollodoros menyebut bahwa Artemis marah kepada Adonis sehingga sang dewi mengirim seekor babi hutan untuk membunuh Adonis. Ini kemungkinan karna Afrodit pernah menyebabkan Hippolitos, putra Theseus, mati.

Ovidius memberikan penjelasan yang lebih lengkap. Eros dan Cupid secara tak sengaja menembak Afrodit dengan salah satu panahnya pada bagian payudara putihnya, yang membuat Afrodit jatuh cinta kepada Adonis. Afrodit selalu mengiringi Adonis ketika sedang berburu, seringkali melarangnya memburu hewan liar di hutan. Suatu hari Afrodit membiatkan Adonis berburu sendirian menggunakan kereta perang Afrodit yang ditarik oleh angsa, menuju ke arah Siprus. Afrodit memperingatkan Adonis untuk berhati-hati dan tidak mengganggu hewan buas. Akan tetapi Adonis tak mengindahkan peringatan Afrodit.

Adonis mengejar seekor babi hutan dan melukainya menggunakan tombak. Babi itu marah dan berbalik mengejar Adonis hingga berhasil menusuk paha Adonis dengan siungnya. Akibatnya Adonis terluka parah. Sebelum Afrodit meninggalkan pulau itu, ia tiba-tiba mendengar rintihan Adonis. Afrodit dengan cepat kembali namun tidak sempat menyelamatkan Adonis. Ia mendapati bahwa Adonis sedang terbaring berlumuran darah.

Untuk memastikan supaya Adonis tak terlupakan, Afrodit meenyelenggarakan festival untuknya yang disebut Adonia. Dari darah Adonis, Afrodit juga menumbuhkan bunga berwarna merah yang disebut anemone.

Ada dugaan bahwa babi hutan itu sebenarnya merupakan jelmaan suami Afrodit yang cemburu, Hefaistos, atau Ares.
Afrodit dan Zeus [sunting]

Suatu ketika Zeus juga bernafsu pada Afrodit dan berkeinginan untuk memperkosa sang dewi. Afrodit mencoba kabur dari ayahnya yang sudah penuh hasrat itu. Zeus terus mengejar namun Afrodit terbang secepat angin. Zeus terus berusaha namun Afrodit ternyata terlalu cepat baginya. Saking bernafsunya, air mani Zeus berceceran di Pulau Siprus. Air mani itu membuahi Gaia dan dari dalam tanah terlahirlah makhluk aneh bertanduk, yang disebut Kentaur dari Siprus. Karena tak kunjung berhasil, akhirnya Zeus menyerah dan menghentikan usahanya.

Di kemudian hari, Afrodit dengan sukarela berrsedia bersetubuh dengan Zeus. Dari hubungan itu, Afrodit hamil. Namun Hera marah dan meletakkan tangannya di perut Afrodit sambil mengutuk bayi yang dikandung Afrodit. Akibat kutukan itu Afrodit melahirkan bayi buruk rupa yang diberi nama Priapos. Afrodit lalu melemparkannya ke gunung. Di sana dia dibesarkan oleh seorang gembala. Priapos terkenal karena alat kelaminnya yang besar

Senin, 15 April 2013

-Ketika Ibu Menangis-

       Sejenak aku merenungkan...
       Sebuah kejadian haru dimana seorang anak berlutut dihadapan seorang ibu. Yang tak lain adalah ibundanya. Ia tertunduk haru bukan karena kepedihan atau kekecewaan yang mendalam ataupun kesakitan raga. Namun tertunduk haru dan menitikkan air matanya untuk meminta doa dan restu Sang ibu.
       "Ibu, hari ini hari terindah yang akan kujalani bersama wanita pilihanku. Dialah sebagian dari nyawaku yang terlahir dari anugerah Tuhan yang terciptakan untukku. Yang nantinya akan menjadi ibu dari anak-anakku. Dan menjadi ibu dari cucu-cucu ibu sendiri. Ananda mohon doa dan restu untuk kami. Ananda mohon ibunda sudi memaafkan segala dosa dan salah ananda semasa ananda masih kecil hingga hari ini ananda menghadap dan berlutut dihadapan ibunda. Ketika, ananda belum pernah membuat ibunda bangga dan tersenyum oleh karena apa yang ananda lakukan. Ataupun ketika ananda melukai hati ibu yang tak pernah lelah merawat ananda semenjak dari kandungan hingga dewasa kini..."
        
Photo by: Jan Christian Alexander

        Ibunda akan menjawab dengan doa dan restu yang tulus " Iya anakku, kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Ibu. Ibu hanya bisa berdoa untuk segala kebaikan yang kelak akan kau jalani bersama menantuku yaitu wanita pilihanmu. Jadikanlah ia bagian hidupmu yang selalu kau taburi rasa cinta hingga kelak engkau duduk seperti ibu dan memberikan doa dan restu kepada anak-anakmu, sama seperti yang ibu perbuat untukmu selalu..."
        Dan kedua Ibu dan anaknya berpelukan melepaskan tangis yang sungguh tak kupahami mengapa terjadi demikian. Akupun turut terharu...
Hingga aku teringat dengan sebuah pesan yang tertulis dalam catatanku tentang ibu:
"Aku mempunyai pasangan hidup...
  Saat senang, aku cari pasanganku...
  Saat sedih aku cari ibu...
  Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku...
  Saat gagal aku ceritakan pada ibu...
  Saat bahagia aku peluk demikian erat pasanganku...
  Saat sedih aku peluk erat ibu...
  Saat berlibur aku bawa pasanganku...
  Saat aku sibuk, aku antar anakku pada ibu...
  Saat Valentine aku selalu beri hadiah pada pasanganku...
  Saat hari ibu, aku hanya dapat mengucapkan "selamat hari ibu" pada ibu...
  Aku selalu ingat pasanganku...
  Tapi ibu selalu ingat aku...
  Setiap saat, aku akan telpon pasanganku...
  Jika ingat aku akan telpon ibu...
  Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku...
  Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu..."
        Semakin aku tertegun... Karena ibu takkan pernah menunjukkan air mata tangisannya dihadapan putra dan putrinya. Beliau akan lebih memberikan semangat kepada putra-putrinya meski beliau dalam keadaan sakit seperti apapun...
        Dan ketika ibu menangis, apa yang sebenarnya beliau rasakan?? Apakah kita mengetahuinya?

Sabtu, 13 April 2013

-Hijab-


      Pengertian hijab
Dalam bidang fiqh, salah satu pengertian hijab adalah segala sesuatu yang menghalagi atau menutupi aurat perempuan dari pandangan mata,[1]sehingga perempuan yang berhijab disebut Mahjubah. Hal tersebut berkaitan dengan surat an-Nur ayat 31 dan surat al-Ahzab ayat 59 tentang keharusan bagi mukminat untuk menutup auratnya dari laki-laki yang bukan muhrimnya dengan memakai pakaian yang sering disebut dengan terminologi jilbab. Al-Albani kemudian memandang bahwa jilbab merupakan bagian dari hijab.[2]
Abu 'Abdullah al-Qurtubi memberikan pengertian bahwa jilbab adalah baju kurung longgar atau lebar dan lebih lebar dari selendang atau kerudung.[3]
Dan di dalam kamus al-Munawwir dijelaskan juga bahwa jilbab adalah baju kurung panjang sejenis jubah panjang.[4]
Dengan merujuk pada kata hijab yang terdapat dalam surat al-Ahzab ayat 53, Abu Syuqqah berpendapat bahwa ada dua bentuk hijab yaitu tirai (tabir) yang ada di dalam rumah Rasulullah untuk membatasi atau memisahkan antara istri-istri beliau ketika berbicara dengan laki-laki yang bukan muhrimnya dan pakaian yang dikenakan oleh istri-istri beliau untuk menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajah ketika mereka keluar rumah.[5]
Menurut Fatima Marnissi, konsep hijab mengandung tiga dimensi yang ketiganya saling memiliki keterikatan. Dimensi pertama adalah dimensi visual yakni suatu dimensi yang punya pengertian untuk menyembunyikan sesuatu dari pandangan orang. Sesuai dengan akar kata hijab yang berarti menyembunyikan. Dimensi kedua adalah bersifat ruang yang berarti untuk memisahkan, untuk membuat batas dan untuk mendirikan pintu gerbang. Dimensi ketiga adalah sebagai bagian dari etika yang berkaitan dengan persoalan larangan.[6]



[1]. Pengertian lainnya adalah orang yang gugur hak warisnya untuk menerima warisan baik secara keseluruhan atau sebagiannya yang disebabkan adanya orang yang lebih berhak menerima. Lihat Abdul Aziz Dahlan (ed), Ensiklopedi hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), II: 545.

[2]. Muh}ammad Nasir al-Din al-Albani, Jilbab Wanita Muslimah Menurut al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Hawin Murtadho, (Solo: at-Tibyan,2001), hlm. 29.

[3] . Abu Abdullah  al-Qurtubi, al-Jami' li ahkam al-Qur'an, cet. ke-1, (Bairut: Dar al-Kutub al-'Aliyah, 1993), hlm. 156.
[4]. Ahmad Warso Munawwir, al-Munawwir Kamus Arab Indonesia,(Surabaya: Pustaka Progresif, 1997), hlm. 199

[5] . Abd Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, IV: 44.

[6] . Fatima Marnissi, Wanita di Dalam Islam, terj. Yaziar Rudianti, (Bandung: Pustaka, 1994), hlm. 118.

Model: Lyina Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah

Model: Liyna Khafiah


Photo By: Jan Christian Alexander

Jumat, 12 April 2013

-Filosofi Topeng-





Filosofi Topeng









Belum lama ini saya mengunjungi Museum Nasional di bilangan Jalan Merdeka, saya melihat ada koleksi topeng-topeng yang terpajang disana. Berbagai rupa ekspresi wajah yang ditampilkan, ada yang marah, sedih, datar, menyeringai, dan tanpa ekspresi. Ada pula berbentuk wajah manusia, kera, monster. Begitu banyak macam rupa topeng-topeng yang dipamerkan.





Topeng-topeng

Saat memandang lama suatu topeng bermuka baik, teringat ane kata-kata seorang teman bahwa dia itu orangnya baik, suka menolong, perhatian, dan lemah lembut suaranya saat berbicara. Saat pandangan berpindah ke topeng bermuka marah, teringat kata-kata teman yang lain mengenai bahwa dia pemarah, suka berkata menyakitkan, kasar, dan sikapnya tidak sopan santun. Kemudian berpindah memandangi topeng datar, kembali teringat kata-kata teman yang berbeda lagi bahwa dia biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Begitu berbedanya mengenai dia yang dibicarakan teman-teman sebelumnya padahal adalah sama orangnya.

Mengapa orang yang dibicarakan bisa berbeda-beda sifat dimata orang lain? Dari sini tampaklah bahwa orang itu telah memakai topeng yang berbeda-beda dimata orang lain yang berbeda-beda pula. Disadari atau tidak disadari. Masuk akal dan alamiah, sebab orang yang sudah dikenal biasanya akan bersikap berbeda dengan orang yang baru kenal. Istilahnya jaim (jaga image).





Dua Topeng

Kadang-kadang saat berbuat kebaikan, dinilai sebagai keburukan. Di mata orang kita dianggap berbuat baik sementara dimata orang lain dianggap berbuat keburukan. Kadang pula pemakai topeng (dalam arti kiasan) sebenarnya ada maksud tersembunyi di dalam hatinya sehingga dipandang orang baik, padahal dalam hatinya tidak. Dari sini, saya berkesimpulan hanya niat tulus yang pantas mendapatkan ganjarannya entah terlepas dari pandangan orang lain yang memandang dari topeng-topeng yang dikenakan kita. Biarlah Allah yang mengetahui dan membalasnya.

Topeng. Setiap orang memiliki topeng-topengnya masing-masing karena itulah terdapat berbagai macam persepsi, pendapat yang berbeda, dan kesan yang berbeda-beda. Untuk melihat kesejatian kepribadian seseorang haruslah melihat dari berbagai sudut pandang orang-orang yang berbeda supaya mendapat gambaran utuh mengenai kepribadian seseorang karena masing-masing orang melihat dirinya dengan topengnya yang berbeda-beda.

Terhadap orang yang sengaja memakai topeng dalam arti kiasan, kemungkinan dia memiliki maksud tertentu atas sesuatu atau bisa jadi menyembunyikan sesuatu. Topeng pertama adalah topeng politikus dimana dia mencoba untuk mendekati dan persuasif untuk menggapai keinginannya kendati terkadang hal itu sebenarnya tidak baik. Bingung? Contohnya begini, ada kue di meja. Hanya ada 1 kue yang tersisa dan itu untuk orang lain yang di dekatnya maka orang itu diajak berbicara mengenai hal lain. Sambil mengobrol dengannya, dia mencomot kue yang seharusnya untuk orang itu. Orang itu sendiri tak sadar, mungkin lupa, karena keasikan ngobrol dengan pemakai topeng politikus.

Sedang tipe yang menyembunyikan sesuatu bisa dikatakan sebagai tipe pemakai topeng pelindung. Dia hendak menyembunyikan sesuatu entah karena ada hal-hal tabu ataukah untuk melindungi hal-hal yang dianggap aibnya. Topeng pelindung ini bisa bermacam-macam topeng, bisa berupa topeng marah, topeng datar, atau topeng bermuka seram tergantung kepribadian dan nilai sesuatu yang disembunyikan tersebut.

Begitu kompleksnya topeng-topeng yang dipakai manusia seperti halnya kompleksnya kepribadian seseorang. Begitulah. Walau demikian yang terpenting adalah menjadi diri sendiri terlepas dari topeng-topeng yang bagaimana dilihat oleh orang lain. Biarlah orang lain menilai apa-apa sesuai pandangan matanya sendiri, karena inilah aku, inilah diriku apa adanya. Jika tidak disukai maka tak mengapa karena inilah topengku yang kumiliki selain itu pasti ada yang menyukai topeng yang berbeda selain topeng itu.





Topeng Hitam

-Puisi Cinta Untuk Bunda-



"Taukah engkau, embun tipis pagi hari ronakan warna selaras dengan indah bening bola matamu?" 

"Mengertikah kau, jiwaku terpasung kukuh dalam kerinduanku akan belai mentari pagi sehangat dekapan lembutmu?" 

"Dan pahamkah engkau akan getaran nada sumbang hatiku mengelukan namamu dan bersorak penuh pujian kepadamu karna aq mengagumi engkau dengan kelemah lembutanmu?" 

"Dan sadarkah engkau jikalau aku mencintaimu dengan segenap jiwaku?" 


Salatiga, 24 Desember 2012

Just For Bunda


Kamis, 11 April 2013

Apa itu Naskah?





WEDNESDAY, JULY 19, 2006




Naskah
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.


(Dialihkan dari manuskrip)


Suatu naskah manuskrip ( bahasa latin manuscript: manu scriptusditulis tangan), secara khusus, adalah semua dokumen tertulis yang ditulis tangan, dibedakan dari dokumen cetakan atau perbanyakannya dengan cara lain. Kata 'naskah' diambil dari bahasa Arab nuskhatumyang berarti sebuah potongan kertas.
NASKAH DALAM SEJARAH


Sebelum ditemukannyapercetakan, semua dokumen tertulis harus dibuat dan diperbanyak dengan ditulis tangan. Biasanya, naskah dibuat dalam bentuk gulungan atau buku, dan untaian naskah lontar/nipah, dluwang/daluang (kertas tradisional berserat kasar dari kulit pohon), dan kertas.


Di Asia Tenggara, pada millennium pertama, dokumen penting dibuat pada lempeng tembaga yang diperhalus dengan pembakaran, dan diukir dengan pahat logam. Di Filipina, misalnya, pada abad ke-9, dokumen tidak diukir dengan pahat, tapi lebih seperti pencetak dot-matriks masa kini. Dokumen seperti ini jarang sekali ditemukan, dibanding naskah-naskah yang tertuang pada daun atau bambu. Namun, iklim tropis yang lembab menyebabkan naskah-naskah dalam bahan organik tersebut mudah sekali rusak. Di Nusantara, naskah-naskah yang dibuat pada daun lontar/nipah dan daluang ini banyak digunakan. Sebagaimana sekarang, naskah pada daluang ditulis menggunakan pena/kuas, sedangkan pada dedaunan, tulisannya diukir penggunakan semacam pisau kecil yang disebut (dalam bahasa Sunda) pisau panggot.


Di Barat pada zaman klasik hingga abad-abad awal masa Kristen naskah-naskah ditulis tanpa spasi antarkata (scriptocontinua)sehingga akan menyulitkan bagi yang tidak terlatih. Salinan naskah-naskah tersebut biasanya ditulis dalam aksara Yunani dan bahasa Latin dan berasal dari abad ke-4 hingga abad ke-8, digolongkan berdasarkan penggunaan huruf kapital atau huruf kecil.
NASKAH MASA KINI


Menurut Library and Information Centre, suatu naskah adalah semua barang tulisan tangan yang ada pada koleksi perpustakaan atau arsip; misalnya, surat-surat atau buku harian milik seseorang yang ada pada koleksi perpustakaan.


Dalam konteks lain, penggunaan istilah "naskah" tidak semata untuk sesuatu yang ditulis tangan.


Dalam penerbitan buku, majalah, dan musik, naskah berarti salinan asli karya yang ditulis oleh seorang pengarang atau komponis. Dalam perfilman dan teater, naskah berarti teks pemain drama, yang digunakan oleh perusahaan teater atau kru film saat dibuatnya pertunjukan atau pembuatan film


dicomot seperti apa-adanya dari Wikipedia Indonesia

Gladi Bersih Teater TiLaR "Drupadi" lokasi: Balairung UKSW Salatiga


     Drupadi adalah sepenggal kisah pewayangan kerajaan Panchala, ber-genre tragedy tentang feminisme (pemberontakan sebagai wanita yang menuntut hak-haknya) bersuamikan lima orang Pandawa dan kolonialisme (keinginan untuk menjajah dan menguasai kekuatan dan kekayaan oleh karena ketidak puasan dan kekhawatiran). Drupadi tidak bebas lagi, entah itu sebagai istri yang bersuamikan lima orang atau sengaja akan di telanjangi di muka umum oleh putra raja Hastinapura, lantas ia melawan dengan kesucian yang menutupi tubuhnya telah menyelamatkannya dari penindasan berulang-ulang. 
         Kisah ini di adopsi dari kebudayaan Hindu-India yang tidak menolak mentah-mentah keputusan seorang wanita dalam berpoliandri (bersuamikan lebih dari satu), meskipun secara paksaan (forcity) atau kemauan sendiri (will) pada saat itu. Namun secara garis besar kisah Drupadi sendiri berfokus pada dua kisah yaitu: Wanita dan perjuangannya, yang mana "wanita tidak boleh diperlakukan seperti ini". Poliandri itu sendiri, hinaan, kekerasa oleh siapapun dan cinta kasih-dedikasi terhadap orang-orang di dekatnya.

Prabu Duryudhana seorang putra mahkota kerajaan Hastinapura bersenjatakan Gada. Diperankan oleh: Ferdiles Gabriel Maukar Wieyosoedarmo

Prabu Duryudhana seorang putra mahkota kerajaan Hastinapura bersenjatakan Gada. Diperankan oleh: Ferdiles Gabriel Maukar Wieyosoedarmo

Patih Sengkuni seorang mahawira di kerajaan Hastinapura, ahli dalam tipu muslihat, diperankan oleh Wahyu Tri Pranoto

Prabu Dursasana seorang adik dari Prabu Duryudhana, memiliki sifat arogan dan bersejatakan gada, Diperankan oleh: Yohanes Riandeo Merebean

Patih Sengkuni seorang mahawira di kerajaan Hastinapura, ahli dalam tipu muslihat, diperankan oleh Wahyu Tri Pranoto

Prajurit Kurawa, diperankan oleh Kritianto

Prabu Duryudhana

Adipati Karna, seorang ksatria putra Kunti dari Batara Surya yang dibuang dan dirawat oleh seorang sais kuda. Bersenjatakan panah dan menjadi senopati perang dari bangsa Kurawa

Prabu Dursasana

Arjuna seorang ksatria Pandawa titisan Wisnu bersenjatakan panah yang dalam kisah ini menjadi juara dan berhasil memboyong pulang Drupadi dari kerajaan Panchala. Diperankan oleh Theresia Pinky

Prabu Duryudhana

Arjuna

Bimasena seorang ksatria Pandawa yang gagah perwira bersenjarakan gada. Dialah tokoh lurus dalam kisah ini dan berhasil mewujudkan sumpahnya untuk menghabisi dursasana dan melengkapi sumpah Drupadi untuk mencuci rambutnya setelah tragedi pelecehannya di meja judi. Diperankan oleh Jo

Patih Sengkuni

Prabu Dursasana
Widura adalah seorang penasehat raja Hastinapura diperankan oleh Ellen
Adipati Karna
Pertarungan antara Patih Sengkuni melawan Sadewa
Pertarungan antara Bimasena melawan Dursasana
Pencucian rambut Drupadi oleh Bimasena guna menggenapi sumpah Drupadi

Bimasena/Wrekudara