Tayangan halaman minggu lalu

Senin, 13 Agustus 2012

Je Amor Toi



Sepetik kata mewakilkan rasa dalam jiwaku..
Kusenandungkan selalu dalam hatiku saat doa kusujudkan kepadaNya...

Tak bahagia jika tak tersampaikan...
Tak bersuka ria bila tak kuungkapkan...
Dari relung hati...
Hanya untukmu satu...



Je Amor Toi...
Tersirat begitu dalam rasa yang kupendam di dalamnya...
Terukir begitu indah luapan jiwa terbalut di dalamnya...
Sungguh anugerah yang begitu dalam keindahannya...
Dan semua orang mengerti itu...



Aku Cinta Padamu...
Selaras pula dengan makna yang terlukiskan...
Melebur indah dalam sanubari setiap insan...
Dan itulah yang senatiasa kuungkapkan padamu...
Setulus hati dan segenap jiwaku....
Semoga kau mengerti...







Kamis, 12 April 2012

Sesaat Dalam Suatu Momentum


Dalam ketidak sadaranku...
Halusinasi menghardikku untuk tetap tinggal dalam imajinasiku....
Di alam tubuhku yang terbujur kaku..
Seolah tak kudapatkan izinku untuk bergetar...

Aku bukanlah dawai gitar...
Disaat seorang pujangga nada memetikku...
Aku bukanlah embun pagi...
Yang selalu dirindukan dedaunan di kala pagi hari...
Dan aku bukanlah doa yang terkabul di saat kau mengharapkannya...

Aku hanyalah sepintas cahaya lebih cepat ribuan kali dari sang kilat...
Dan aku hanyalah sesaat dalam suatu momentum...
Tak terduga...
Dan tak disangka pula...


Wahai manusia...
Ingatlah waktu disaat kau malas...
Ingatlah bertobat disaat kau berdosa...
Karena semua, hanya tawarkan kisah sesaat dalam suatu momentum...
Dengarlah dan CAMkanlah!!
Dunia telah renta...
Dan kitapun turut menua...
Apa yang kau tanam...
Itu pulalah yang akan kau tuai...
Karena aku hanyalah sesaat dalam suatu momentum....

Jadilah abadi jika kau ingin melawanku...
Jadilah teguh jika kau ingin yakinkan aku...
Jadilah tegar sebelum kau ingin mencobai aku....
Karena aku adalah sesaat dalam suatu momentum...
Sekejap dan takkan pernah kau kira....
Awal dan Akhir...
Alva dan Omega....
Cinta dan Kebencian....
Tak kan pernah kunjung usai....

 http://facebook.com/alve.mario.devega.merebean

Minggu, 04 Maret 2012

Merenungkanmu


Di sudut air yang bergelombang...
Kucoba rasakan desiran ombak ...
Dimana terlihat burung camar mengepak..
Dalam senja dimana ke peraduannya mentari kan beranjak...

Kurenungkan hari-hari tanpamu...
Mengenali segala kelemahanku...
Mencoba memahami segala keinginanmu...

Kurenungkan itu...
Terbersit penyesalan...
Namun itu bukan alasanku untuk merenungkan...

Kucoba satukan asaku kembali....
Berharap tuk jadi tonggak kayu yang berapi-api...
Belajar dalam keterpurukan untuk kembali berdiri...
Menggapai cita serta cinta abadi...
Tuk wujudkan segala doa dan keinginan kita selama ini...

Merenungkanmu...
Jalanku untuk memahamimu...
Merenungkanmu dalam kalbu...
Caraku untuk menggapai cintamu...
Cinta abadi bersamamu...

Jangan Menangis











Minggu, 05 Februari 2012

Kehidupan Yang Ke Dua


Inilah kehidupan...
Tak sewajarnya di elakkan...
Sepantasnyalah kita menjalankan...
Mengais dan mencari yang belum kita dapatkan...
Mencoba mengerti dengan semua yang tak terbantahkan...

Dalam kehidupan pertama...
Aku terlahir sebagai jiwa yang durjana..
Begitu mengagungkan arti cinta dalam jiwa...
Dan akhirnya aku jatuh dalam derita...
Didera oleh kesakitan yang penuh dosa...

Kini...
Kuhaturkan hidupku hanya untukNya...
Kepada kekasih yang sangat kucinta...
Untuk kehidupan yang kedua, aku tak mau lagi berduka...
Terkapar diujung kematian karena terluka...

Kehidupan yang ke dua...
Bawalah aku selalu bersamaNya...
Menabur benih hingga menikmati hasilnya...
Tak ada lagi duka...
Tak ada lagi tangis air mata...
Dan semuanya berakhir dengan bahagia...
Hingga tiba saatnya untuk menutup mata...

~V~








Selasa, 31 Januari 2012

Roda Telah Berputar


Roda Telah Berputar

by AyEx Merebean on Wednesday, February 1, 2012 at 7:20am




Masa itu kau puja aku...
Kau sanjungku sebagai sang juara...
Kala itu kau menyayangiku...
Dan selalu kau cinta...
Namun kini roda telah berputar...

Kini aku, kau hina...
Kini aku, kau buang...
Jatuh terjerembab dalam samsara...
Jauh dari hidupmu dalam jiwa yang terkekang...
Namun roda tetaplah berputar...

Dalam diam aku bertanya...
Mana janji manismu setia sampai aku mati?
Dan kini kau pergi tinggalkanku saat aku jatuh dan sendiri...

Dalam hati ku bicara...
Dimana janji manismu  mencintaiku hingga akhir nanti?
Dan kini kaupun pergi saat aku terpuruk sendiri dalam sunyi....


Inspired by: Nidji-Sang Mantan
http://youtu.be/zaouSdgQaLw

Selasa, 24 Januari 2012

Ketika Tiba Waktu Di Sudut Ruangan



Ketika Tiba Waktu Di Sudut Ruangan

oleh Jan Christian Alexander pada 25 Januari 2012 pukul 8:17

 




Hari itu gelap...
Larut dalam lelapku..
Dan engkau datang di ujung lelap dimana aku menyatu..
Bukan keceriaan yang kudapat namun tangisan haru..
Sekejap itu pulalah aku membiru...
Selaras dengan rasa yang ada saat itu...

Ingin jiwa ini memeluk hangat tubuhmu...
Namun kutahu bahwa aku terhukum olehmu...
Bertanyapun aku tak mampu mendapatkan jawabmu..

Sejenak ku sadarkan diriku...
Aku terjaga dengan apa adanya diriku...
Aku telah ada di sudut ruangmu...
Sudut tergelap yang pernah kau miliki...
Dan tak kan pernah kau nikmati lagi...

Ketika tiba waktuku di sudut ruangan...
Hanya doa yang bisa hapuskan kenangan...
Hati yang dipenuhi kerinduan telah terelakkan...
Semoga mimpi itu tak menjadi kenyataan...
Karena jiwa ini inginkan kebahagiaan...
Yang terlahir dalam jiwamu yang kunantikan...
Hanya dirimu satu asaku tuk menunggu..
Menunggu dan terus menunggu hingga tiba waktuku dalam mimpi itu....


Kamis, 19 Januari 2012

Ingin Kembali



Hai Kekasih...
Jalanku ini adalah jalanmu...
Melangkah searah dengan arahmu...
Menapak sesuai dengan tujuanmu...
Tak mampu lagi dalam kesendirianku...

Pasangan Jiwaku...
Lihatlah diriku...
Terjatuh tanpa sempat kau peluk aku...
Aku rindukan itu selalu...
Rengkuhan dalam dekapmu...
Selalu ada dalam setiap waktuku...
Detik demi detik tak mau sedikitpun berlalu...

Belahan Jiwaku...
Disini aku rindu...
Membeku dalam angan tuk gapai cintamu...
Ingin Kembali...
Itulah asaku saat ini dan juga nanti...
Selalu memuja dalam cinta abadi...

Untukmu jiwa yang mencintaiku...
Kurindu senyumu...
kurindu tangismu...
Kurindu segala yang ada padamu...
Karena aku mencintamu...
Dengan sepenuh hatiku aku berkata...
Ingin kembali padamu...