Tayangan halaman minggu lalu

Kamis, 11 April 2013

Apa itu Naskah?





WEDNESDAY, JULY 19, 2006




Naskah
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.


(Dialihkan dari manuskrip)


Suatu naskah manuskrip ( bahasa latin manuscript: manu scriptusditulis tangan), secara khusus, adalah semua dokumen tertulis yang ditulis tangan, dibedakan dari dokumen cetakan atau perbanyakannya dengan cara lain. Kata 'naskah' diambil dari bahasa Arab nuskhatumyang berarti sebuah potongan kertas.
NASKAH DALAM SEJARAH


Sebelum ditemukannyapercetakan, semua dokumen tertulis harus dibuat dan diperbanyak dengan ditulis tangan. Biasanya, naskah dibuat dalam bentuk gulungan atau buku, dan untaian naskah lontar/nipah, dluwang/daluang (kertas tradisional berserat kasar dari kulit pohon), dan kertas.


Di Asia Tenggara, pada millennium pertama, dokumen penting dibuat pada lempeng tembaga yang diperhalus dengan pembakaran, dan diukir dengan pahat logam. Di Filipina, misalnya, pada abad ke-9, dokumen tidak diukir dengan pahat, tapi lebih seperti pencetak dot-matriks masa kini. Dokumen seperti ini jarang sekali ditemukan, dibanding naskah-naskah yang tertuang pada daun atau bambu. Namun, iklim tropis yang lembab menyebabkan naskah-naskah dalam bahan organik tersebut mudah sekali rusak. Di Nusantara, naskah-naskah yang dibuat pada daun lontar/nipah dan daluang ini banyak digunakan. Sebagaimana sekarang, naskah pada daluang ditulis menggunakan pena/kuas, sedangkan pada dedaunan, tulisannya diukir penggunakan semacam pisau kecil yang disebut (dalam bahasa Sunda) pisau panggot.


Di Barat pada zaman klasik hingga abad-abad awal masa Kristen naskah-naskah ditulis tanpa spasi antarkata (scriptocontinua)sehingga akan menyulitkan bagi yang tidak terlatih. Salinan naskah-naskah tersebut biasanya ditulis dalam aksara Yunani dan bahasa Latin dan berasal dari abad ke-4 hingga abad ke-8, digolongkan berdasarkan penggunaan huruf kapital atau huruf kecil.
NASKAH MASA KINI


Menurut Library and Information Centre, suatu naskah adalah semua barang tulisan tangan yang ada pada koleksi perpustakaan atau arsip; misalnya, surat-surat atau buku harian milik seseorang yang ada pada koleksi perpustakaan.


Dalam konteks lain, penggunaan istilah "naskah" tidak semata untuk sesuatu yang ditulis tangan.


Dalam penerbitan buku, majalah, dan musik, naskah berarti salinan asli karya yang ditulis oleh seorang pengarang atau komponis. Dalam perfilman dan teater, naskah berarti teks pemain drama, yang digunakan oleh perusahaan teater atau kru film saat dibuatnya pertunjukan atau pembuatan film


dicomot seperti apa-adanya dari Wikipedia Indonesia

Gladi Bersih Teater TiLaR "Drupadi" lokasi: Balairung UKSW Salatiga


     Drupadi adalah sepenggal kisah pewayangan kerajaan Panchala, ber-genre tragedy tentang feminisme (pemberontakan sebagai wanita yang menuntut hak-haknya) bersuamikan lima orang Pandawa dan kolonialisme (keinginan untuk menjajah dan menguasai kekuatan dan kekayaan oleh karena ketidak puasan dan kekhawatiran). Drupadi tidak bebas lagi, entah itu sebagai istri yang bersuamikan lima orang atau sengaja akan di telanjangi di muka umum oleh putra raja Hastinapura, lantas ia melawan dengan kesucian yang menutupi tubuhnya telah menyelamatkannya dari penindasan berulang-ulang. 
         Kisah ini di adopsi dari kebudayaan Hindu-India yang tidak menolak mentah-mentah keputusan seorang wanita dalam berpoliandri (bersuamikan lebih dari satu), meskipun secara paksaan (forcity) atau kemauan sendiri (will) pada saat itu. Namun secara garis besar kisah Drupadi sendiri berfokus pada dua kisah yaitu: Wanita dan perjuangannya, yang mana "wanita tidak boleh diperlakukan seperti ini". Poliandri itu sendiri, hinaan, kekerasa oleh siapapun dan cinta kasih-dedikasi terhadap orang-orang di dekatnya.

Prabu Duryudhana seorang putra mahkota kerajaan Hastinapura bersenjatakan Gada. Diperankan oleh: Ferdiles Gabriel Maukar Wieyosoedarmo

Prabu Duryudhana seorang putra mahkota kerajaan Hastinapura bersenjatakan Gada. Diperankan oleh: Ferdiles Gabriel Maukar Wieyosoedarmo

Patih Sengkuni seorang mahawira di kerajaan Hastinapura, ahli dalam tipu muslihat, diperankan oleh Wahyu Tri Pranoto

Prabu Dursasana seorang adik dari Prabu Duryudhana, memiliki sifat arogan dan bersejatakan gada, Diperankan oleh: Yohanes Riandeo Merebean

Patih Sengkuni seorang mahawira di kerajaan Hastinapura, ahli dalam tipu muslihat, diperankan oleh Wahyu Tri Pranoto

Prajurit Kurawa, diperankan oleh Kritianto

Prabu Duryudhana

Adipati Karna, seorang ksatria putra Kunti dari Batara Surya yang dibuang dan dirawat oleh seorang sais kuda. Bersenjatakan panah dan menjadi senopati perang dari bangsa Kurawa

Prabu Dursasana

Arjuna seorang ksatria Pandawa titisan Wisnu bersenjatakan panah yang dalam kisah ini menjadi juara dan berhasil memboyong pulang Drupadi dari kerajaan Panchala. Diperankan oleh Theresia Pinky

Prabu Duryudhana

Arjuna

Bimasena seorang ksatria Pandawa yang gagah perwira bersenjarakan gada. Dialah tokoh lurus dalam kisah ini dan berhasil mewujudkan sumpahnya untuk menghabisi dursasana dan melengkapi sumpah Drupadi untuk mencuci rambutnya setelah tragedi pelecehannya di meja judi. Diperankan oleh Jo

Patih Sengkuni

Prabu Dursasana
Widura adalah seorang penasehat raja Hastinapura diperankan oleh Ellen
Adipati Karna
Pertarungan antara Patih Sengkuni melawan Sadewa
Pertarungan antara Bimasena melawan Dursasana
Pencucian rambut Drupadi oleh Bimasena guna menggenapi sumpah Drupadi

Bimasena/Wrekudara






Minggu, 07 April 2013

-KesaktianMu-

Dalam sebentuk cinta Kau ungkapkan kekuatanMu...
Meredakan segala amarah Sang Laknat yang durjana..
Bukan setetes tuba Engkau membalas durhaka...
Dengan Kasihlah kau balut mereka yang menghujatMu...

Jesus Christ
Aku mengagungkan kesaktianMu...
Jesus sang penyelamat Dunia..
HadirMu puaskan dahaga keselamatan umatMu...
Cinta KasihMu sejukan dunia renta...
Leburkan segala dosa manusia yang Kau ciptakan secitraMu...

Sang Empunya Kerajaan Surga
Kau tak pernah mengajarkan manusia untuk menyerah...
Hingga diujung kematianpun Kau tetap berjuang tanpa kenal lelah...
Dan ke-AgunganMulah membuat semesta bersujud untuk berserah...
Tidak untuk tertunduk Pasrah... Melainkan menorehkan sejarah...
Menyambut kebangkitanMu dalam jiwa manusia yang bersusah payah...

KesaktianMu...
Labuhkan asa, dimana surga berada...
KekuatanMu...
Lambungkan suka cita, dimana kerajaanMu berjaya...
Cinta Kasihmu...
Ajarkan kedamaian, dimana setiap manusia rindu keberadaannya...

Jesus...
Lahir dan bangkitlah selalu dalam jiwa renta kami manusia...
Hingga tak ada lagi kehancuran dunia...
Tak ada lagi duka...
Dan tak ada lagi derita...



Ayex Merebean-2013'March'08


Senin, 13 Agustus 2012

Je Amor Toi



Sepetik kata mewakilkan rasa dalam jiwaku..
Kusenandungkan selalu dalam hatiku saat doa kusujudkan kepadaNya...

Tak bahagia jika tak tersampaikan...
Tak bersuka ria bila tak kuungkapkan...
Dari relung hati...
Hanya untukmu satu...



Je Amor Toi...
Tersirat begitu dalam rasa yang kupendam di dalamnya...
Terukir begitu indah luapan jiwa terbalut di dalamnya...
Sungguh anugerah yang begitu dalam keindahannya...
Dan semua orang mengerti itu...



Aku Cinta Padamu...
Selaras pula dengan makna yang terlukiskan...
Melebur indah dalam sanubari setiap insan...
Dan itulah yang senatiasa kuungkapkan padamu...
Setulus hati dan segenap jiwaku....
Semoga kau mengerti...







Kamis, 12 April 2012

Sesaat Dalam Suatu Momentum


Dalam ketidak sadaranku...
Halusinasi menghardikku untuk tetap tinggal dalam imajinasiku....
Di alam tubuhku yang terbujur kaku..
Seolah tak kudapatkan izinku untuk bergetar...

Aku bukanlah dawai gitar...
Disaat seorang pujangga nada memetikku...
Aku bukanlah embun pagi...
Yang selalu dirindukan dedaunan di kala pagi hari...
Dan aku bukanlah doa yang terkabul di saat kau mengharapkannya...

Aku hanyalah sepintas cahaya lebih cepat ribuan kali dari sang kilat...
Dan aku hanyalah sesaat dalam suatu momentum...
Tak terduga...
Dan tak disangka pula...


Wahai manusia...
Ingatlah waktu disaat kau malas...
Ingatlah bertobat disaat kau berdosa...
Karena semua, hanya tawarkan kisah sesaat dalam suatu momentum...
Dengarlah dan CAMkanlah!!
Dunia telah renta...
Dan kitapun turut menua...
Apa yang kau tanam...
Itu pulalah yang akan kau tuai...
Karena aku hanyalah sesaat dalam suatu momentum....

Jadilah abadi jika kau ingin melawanku...
Jadilah teguh jika kau ingin yakinkan aku...
Jadilah tegar sebelum kau ingin mencobai aku....
Karena aku adalah sesaat dalam suatu momentum...
Sekejap dan takkan pernah kau kira....
Awal dan Akhir...
Alva dan Omega....
Cinta dan Kebencian....
Tak kan pernah kunjung usai....

 http://facebook.com/alve.mario.devega.merebean

Minggu, 04 Maret 2012

Merenungkanmu


Di sudut air yang bergelombang...
Kucoba rasakan desiran ombak ...
Dimana terlihat burung camar mengepak..
Dalam senja dimana ke peraduannya mentari kan beranjak...

Kurenungkan hari-hari tanpamu...
Mengenali segala kelemahanku...
Mencoba memahami segala keinginanmu...

Kurenungkan itu...
Terbersit penyesalan...
Namun itu bukan alasanku untuk merenungkan...

Kucoba satukan asaku kembali....
Berharap tuk jadi tonggak kayu yang berapi-api...
Belajar dalam keterpurukan untuk kembali berdiri...
Menggapai cita serta cinta abadi...
Tuk wujudkan segala doa dan keinginan kita selama ini...

Merenungkanmu...
Jalanku untuk memahamimu...
Merenungkanmu dalam kalbu...
Caraku untuk menggapai cintamu...
Cinta abadi bersamamu...

Jangan Menangis











Minggu, 05 Februari 2012

Kehidupan Yang Ke Dua


Inilah kehidupan...
Tak sewajarnya di elakkan...
Sepantasnyalah kita menjalankan...
Mengais dan mencari yang belum kita dapatkan...
Mencoba mengerti dengan semua yang tak terbantahkan...

Dalam kehidupan pertama...
Aku terlahir sebagai jiwa yang durjana..
Begitu mengagungkan arti cinta dalam jiwa...
Dan akhirnya aku jatuh dalam derita...
Didera oleh kesakitan yang penuh dosa...

Kini...
Kuhaturkan hidupku hanya untukNya...
Kepada kekasih yang sangat kucinta...
Untuk kehidupan yang kedua, aku tak mau lagi berduka...
Terkapar diujung kematian karena terluka...

Kehidupan yang ke dua...
Bawalah aku selalu bersamaNya...
Menabur benih hingga menikmati hasilnya...
Tak ada lagi duka...
Tak ada lagi tangis air mata...
Dan semuanya berakhir dengan bahagia...
Hingga tiba saatnya untuk menutup mata...

~V~