Tayangan halaman minggu lalu

Kamis, 19 Januari 2012

Topeng Tertawa


Topeng Tertawa

oleh Jan Christian Alexander pada 16 Januari 2012 pukul 14:24


Anda tahu Topeng? Apa fungsinya?
Kamu paham apa arti Topeng? Lalu apa artinya?

Topeng Tertawa..
Tampak gembira dan selalu ceria..
Mengajak pribadi orang untuk bahagia...

Namun tahukah kalian wajah dibelakang Topeng itu?
Benarkah dia tertawa?
Benarkah diapun bahagia?

Topeng hanya tampak muka.. Bukan yang kita rasa...
Topeng Tertawa begitulah adanya...
Demikian juga Topeng yang ada dijiwa manusia...
Akan tetap ada demi penyelamat dunia fana..




Tak Ada Waktu


Tak Ada Waktu
oleh Jan Christian Alexander pada 15 Januari 2012 pukul 18:59


Jam dinding berdetak 12 kali..
Pertanda hari baru dimulai..

Langit berubah setiap detiknya..
Demikian juga hidup kita..
Tak ada waktu untuk berdiam diri..
Tak ada waktu untuk pasrah diri..
Yang ada tetaplah berjuang tuk meraih kemenangan...
Satu hati untuk kemerdekaan...


_Tegang_


_Tegang_

oleh Jan Christian Alexander pada 12 Januari 2012 pukul 19:15


Tanpa sadarku si anu meradang..
Tanpa sengaja tanpa dibuat..

Ah..
Tegang kubilang..
Sakit kurasa tanpa sentuhan..
Rindu gairah panas dalam jemari tangan..
Mengusap anuku keseluruh bagian..

Ayo sayang sentuhlah jangan malu..
Dan usaplah tanpa ragu..
Tolong lepaskan tegangku..
Kumohon, jangan buatku menunggu..
Menahan kejang anuku..



*Anuku=Leherku..
(TENGENG)

Raih Aku


Raih Aku

by AyEx Merebean on Saturday, January 14, 2012 at 9:24am





Aku terpuruk..
Jatuh tenggelam dalam pelukan pedihku..
Sesaat setelah kau patahkan hatiku..

Bukan cinta jika kau tak ada..
Bukan sayang jika hanya terbayang..

Raih aku..
Rengkuhlah aku segenap hatimu..
Jangan buatku menunggu..
Hanya kau yang mampu..
Sembuhkanku..
Hanya kau yang bisa..
Merubahnya..

Raih aku.. raih aku.. dengan kasihmu..
dengan cintamu..
Itu yang aku mau..


Siapakah Engkau


Siapakah Engkau

oleh Jan Christian Alexander pada 12 Januari 2012 pukul 18:40



Kau bukan api..
Namun dengan sigap kau hangatkan raga ini..
Kau bukan ibuku..
Namun sapamu melembutkan hatiku..
Siapakah engkau wahai rupa ibunda..
Siapakah engkau wahai hangat sang mentari pagi..
Terlahirkah kau untukku?
Terciptakah kau bagiku?
Hadirmu tambatkan hatiku..
Tuk bangunkan pagiku dalam lelap..
Aku berharap padamu...
Dengan sepenuh hatiku..
Dengan sepenuh jiwaku...
Aku menantimu..





Tak Tertahankan


Tak Tertahankan

oleh Jan Christian Alexander pada 11 Januari 2012 pukul 11:31


Aku bicara tentang hasrat..
Kedamaian hati yang tak bersyarat..
Harusnya rasa itu dengan sendirinya terikat..
Tapi jika kita saling sependapat..

Aku tak berkenan..
Jika rasa ini tertahan..
Mengekang arti kebebasan..
Hingga akhirnya kusimpulkan..
Rasa ini sungguh tak tertahankan..
Karena dia teman dan juga lawan...



Lembayung Senja Kesedihan


Lembayung Senja Kesedihan

oleh Jan Christian Alexander pada 7 Januari 2012 pukul 4:06



Ketika kutatap langit..
Nanar tertahanku untuk menjerit..
Aku mengenalmu sama seperti kau mengenalku..
Kepedihan menikamku..

Lembayung senja kesedihan..
Telah tiba waktuku kau singkirkan..
Keluar dari dunia cinta maupun harapan...
Tuk sematkan sejuta kerapuhan..
Agar kumampu mencumbu kesepian..
Dan jadikan kesunyian jiwaku sebagai peradaban..

Lembayung Senja Kesedihan, lumatkan aku dalam pelukmu..
Kini, nanti, hingga akhirku...




Aku Bukanlah Bangsawan

Aku Bukanlah Bangsawan

by AyEx Merebean on Thursday, January 5, 2012 at 5:00am





Ada kata merujuk kepadaku..
Seketika itu pula jiwaku membeku..

Dulu..
Kau katakan, selama ada cinta kita kan bahagia bersama..
Selama ada dalam cinta kita kan berduka bersama..
Itu dulu..

Aku memang bukan bangsawan..
Dengan menjentikkan jari saja semua tersedia..
Aku hanya orang biasa yang hanya inginkan cinta..

Dulu..
Kau yakinkan aku, bahwa berbeda prinsip akan saling melengkapi...

Namun kini...
Lhtlah dirimu.. Kau tetap paksakan perbedaan prinsip dgn orang lain..